Begini Kerasnya Pelatihan untuk Masuk jadi Anggota TNI, Salah Satunya Menu Makanan yang Diluar Nalar Manusia!

pasukan tni

TIPSTREN.com — Prinsip pada pendidilkan militer TNI sendiri adalah untuk membentuk pasukan komando yang tangguh dan membentuk para prajurit bisa diterjunkan di berbagai medan ekstrem kapan saja.

Biasanya, hampir semua kegiatan untuk menggembleng pasukan komando itu dilakukan dalam kondisi berlari. Fisik para calon prajurit dites untuk bisa bertahan di berbagai medan.

Sampai saat ini, Pendidikan komando Marinir yang dilaksanakan selama tiga bulan ini memiliki ujian ketahanan baik mental, fisik maupun intelegensia yang tidak mengenal kompromi.

Agar semua siswa komando mampu mengikuti semua latihan yang sangat berat itu, para pelatih menyiapkan dukungan berupa makanan yang cukup memadai.

Tapi jangan dibayangkan menu makanan itu seperti nasi bungkus atau nasi kotak yang dipesan dari rumah makan atau katering tertentu.

Semua menu makanan untuk siswa komando Marinir dimasak oleh para pelatihnya karena semua pasukan Marinir pada umumnya mahir memasak.

Salah satu ketrampilan yang dilatihkan dalam pendidikan komando TNI pada umumnya adalah agar pasukan komando mengenal beragam jenis tanaman dan hewan untuk survival sekaligus cara memasaknya.

Acara makan siang memang merupakan acara yang sangat luar biasa bagi semua siswa pendidikan komando karena kondisinya selalu sangat lapar akibat latihan yang begitu keras.

Maka menu makan siang yang biasa disajikan kepada para siswa komando Marinir juga sangat istimewa.

Biasanya menunya berupa nasi putih sayur mayur seperti pecel lauk tahu tempe dan sebutir telur mentah.

Sebelum disantap menggunakan tangan menu nasi komando semuanya dicampur terlebih dahulu kemudian baru diguyur telur mentah lalu diaduk lagi.

Bagi orang biasa menyantap nasi komando mungkin bisa muntah. Tapi bagi siswa komando Marinir yang sudah sangat lapar menu nasi komando itu hanya ada dua rasa: enak dan enak sekali; dan harus dimakan tanpa sisa.

Hal tersebut dikarenakan jika makanan sampai meninggalkan sisa hukuman berat dari para pelatih siap diberikan kepada calon prajurit.

(hal/tipstren)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *