Merinding! NASA Tak Sengaja Rekam Suara Misterius di Planet Jupiter

Pesawat Luar Angkasa NASA
                                                                    Planet Jupiter

TIPSTREN.com – Pesawat luar angkasa bernama Juno akhirnya telah mengorbit planet Jupiter selama satu tahun. Pesawat luar angkasa milik NASA itu tiba di orbit planet raksasa pada 4 Juli 2017.

Kini pesawat Juno bertugas mengamati Jupiter secara intensif, mulai dari mengumpulkan data ekosistem hingga membantu ilmuwan mempelajari formasi dan evolusi dari planet gas ini.

Namun selama di Planet Jupiter, pesawat NASA yang bisa merekam suara di sekitar Jupiter ini merekam suara misterius di planet jupiter. Pesawat buatan NASA tersebut bahkan mengklaim telah merekam suara misterius di kawasan kutub utara dan selatan planet.

Dalam proses perekaman, NASA menggunakan teknologi radio plasma wave dari Juno. Ia mampu merekam dengan memanfaatkan suara aktivitas partikel energi di aurora kutub tersebut. Namun, NASA harus mengonversi suara itu karena spektrumnya terlalu tinggi.

Setelah dikonversi, suara yang tadinya berdurasi 13 jam, bisa dipangkas menjadi satu menit saja. Setelah didengar, suara rekaman ini justru malah begitu mengerikan. Sampai-sampai, para ilmuwan NASA menamai suara ini dengan julukan ‘suara Alien’.

“Suara tersebut seolah-olah suara ‘makhluk’ Jupiter yang mencoba berkomunikasi dengan kita. Padahal, suara ini merupakan emisi paling kuat yang diciptakan dari kutub Jupiter.

Kini, kita akan mencoba menelusuri asal muasal partikel elektron tersebut,” ujar Bill Kurth, co-investigator Waves Instrument untuk planet Jupiter dari University of Iowa.

Dilansir dari Miror, Para ilmuwan NASA mengatakan, suara terjadi akibat fenomena alam yang berlangsung di permukaan sang Planet Raksasa, seperti adanya badai besar.

“Ada sebuah gesekan konstan yang terjadi antara angin matahari dan magnetosfer di Jupiter,” kata William Dunn, salah satu astronom NASA.

“Kami tak yakin cahaya berasal dari badai yang terjadi pada kedua kutub. Akan tetapi, kami ingin memahami interaksi tersebut dan efek apa yang akan berdampak pada planet itu,” tutur pria yang juga tengah mengemban studi di laboratorium UCL Mullard Space Science ini.

“Dengan mempelajari bagaimana cahaya tersebut muncul, kami tentu bisa mengeksplorasi lebih banyak daerah yang dikontrol oleh medan magnetik Jupiter dan tentunya dipengaruhi oleh cahaya Matahari,” pungkas William.

Dengan diterbangkannya Juno ke Jupiter, NASA berharap eksplorasi ini dapat mengubah perspektif umat manusia tentang Tata Surya di alam semesta.

(hal/tipstren.com)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *