Saat yang Lainnya Lari Menghindari Bom, Pasukan Ini Maju untuk Selamatkan Banyak Orang

detasemen khusus 88

TIPSTREN.com — Seperti yang sudah kita ketahui, pada Minggu (13/05/2018) pagi, terjadi insiden ledakan bom bunuh diri di Surabaya. Kejadian bom bunuh diri satu keluarga tersebut sudah memakan banyak korban jiwa. Petugas

Tak lama setelah kejadian ledakan bom di Gereja Santa Maria Surabaya, pasukan khusus yang dinamai Densus 88 pun segera turun tangan.

Nama pasukan ini biasa dipanggil Densus 88, nama ini sudah tidak asing ditelinga masyarakat Indonesia. Tapi, tahukah Anda apa itu Densus 88 dan apa saja tugasnya?

Berikut ini apa dan tugas berat apa yang diemban oleh pasukan Densus 88:

1. Anti teror

Densus 88 AT merupakan kependekan dari Detasemen Khusus 88 Anti Teror. Pasukan ini termasuk dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jadi, bisa dibilang mereka bisa disebut juga polisi.

Tugas utama dari pasukan ini untuk melindungi seluruh masyarakat Indonesia dari bahaya terorisme.

Oleh sebab itu, semua aksi terorisme dan teroris yang ada di Indonesia harus diberantasnya. Tugas yang betul-betul sulit dan penuh resiko.

2. Pasukan pilihan

Ketika ada aksi teroris muncul, Densus 88 bertugas menangani segala ancaman teror. Aksi para teroris yang paling sering adalah ancaman bom. Karena itulah beberapa anggota Densus juga merupakan anggota tim Gegana.

GGegana juga merupakan bagian dari kepolisian yang memiliki kemampuan khusus seperti anti-teror, penjinakan bom, intelijen, anti-anarkis, dan penanganan KBR (Kimia, Biologi, Radio aktif).

Hal ini membuat tim ini tidak sembarang orang bisa tergabung. Mereka merupakan pasukan pilihan. Syaratnya, lulus tes seleksi khusus yang sangat ketat.

Hmm, mau tahu syaratnya? Di antaranya, harus percaya diri, bisa kerja sendiri, pandai, berani, sabar, selalu ingin tahu, dan selalu waspada.

Selain itu, tentu saja dibekali dengan banyak keahlian khusus. Ada yang jago tembak, jago menjinakkan bom, jago teknologi informasi, dan jago investigasi.

3. Latihan khusus

Agar bisa melaksanakan tugas berat dengan baik, tentu saja mereka harus selalu dilatih. Pelatihan fisik yang berat pun harus dijalani.

Seperti, berlatih berenang di laut, bertahan hidup dalam keadaan darurat, dan beladiri. Sehingga saat harus bertugas di daerah yang berbahaya, mereka sudah siap dan bisa menghadapinya.

Selain pelatihan fisik, mereka juga dibekali dengan berbagai strategi dan pengetahuan khusus. Seperti, belajar mengenal tidak tanduk teroris, strategi penangkapan, dan cara komunikasi dengan para teroris saat tertangkap nanti.

Saat ini, anggota Densus tersebar di berbagai daerah. Terutama di daerah yang dinilai rawan teroris.

Kapan pun dan dimanapun berada, mereka harus selalu waspada dan siaga. Apalagi dengan semakin meningkatnya ancaman teroris.

Keberaniannya mereka pun patut diacungi jempol. Sebab ketika semua orang mundur ketakutan, mereka harus maju. Hebat!

(hal/tipstren)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *