Kisah Seorang Petugas Keamanan Gereja Santa Maria Surabaya yang Rela Tubuhnya Hancur Terkena Bom Demi Menghalangi Teroris Masuk

bayu petugas keamanan gereja

TIPSTREN.com — Tragedi bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Surabaya pagi tadi membuat publik murka. Kejadian ini memang terbilang cukup tragis.

Namun, dibalik teror bom bunuh diri di Gereja Santa Maria ini terselip kisah heroik sorang penjaga gereja.

Kejadian ini bermula saat teroris yang berboncengan dengan sepeda motor menerobos masuk ke halaman gereja, seorang petugas keamanan menghadangnya.

Petugas keamanan tersebut bernama Aloysius Bayu Rendra Wardhana. Bayu yang pagi memang bertugas sebagai koordinator keamanan di Gereja Santa Maria, sama seperti hari-hari ibadah pada biasanya.

Bayu lantas menghadang laju sepeda motor yang akan masuk ke halaman gereja itu untuk tidak lebih dalam masuk ke halaman gereja. Namun tragis, ketika sepeda motor tersebut berhenti dihadang Bayu, bom secara tiba-tiba meledak sehingga tubuhnya terkena dampak ledakan tersebut.

Bayu langsung meninggal dunia di tempat. Ucapan bela sungkawa dari seluruh teman dan saudara Bayu memenuhi media sosial. Mereka menganggap Bayu adalah sebenar-benarnya penjaga.

Bayu rela mengorbankan dirinya dari sepeda motor para teroris tersebut agar tidak bisa masuk lebih jauh dan menimbulkan ledakan di tempat yang dipenuhi jemaat gereja.

Bayu meninggalkan seorang istri bernama Monique Dewi Andini dan dua orang anak yang masih kecil. Bahkan salah satu anaknya masih sangat kecil, belum ada satu tahun.

Unggahan istri Bayu sebagai tanda bela sungkawa yang dalam untuk mendiang suaminya juga tak kalah mengharukan.

Monique menuliskan “Hai Aaron dan Alyssia, suatu saat ketika kalian besar nanti dan ditanya oleh sekelilingmu, mana papamu. Kalian dengan bangga akan menjawab, papaku di surga”.

status istri bayu

Semasa hidupnya, Bayu dikenal sebagai orang yang taat beribadah dan juga akrab dengan teman-temannya.

Sehari-hari, pria ini bekerja sebagai fotografer, dilihat dari laman Facebook Bayu, dia memang sering mengunggah foto-foto model yang dipotretnya.

Sementara itu, istrinya bekerja sebagai guru playgroup di Saint Claire School, Surabaya. Bayu menjadi korban jiwa bersama dengan 9 korban jiwa lainnya.

Sementara jumlah korban luka sekitar 41 orang. Polisi masih mengusut tuntas kasus dugaan bom bunuh diri ini dan tiga lokasi gereja di Surabaya masih ditutup.

(hal/tipstren)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *