Kisah Mistis Danau Sunter, Sering Tercium Bau Dupa Pada Malam Hari

danau sunter

TIPSTREN.com — Danau buatan yang berada di Jakarta ini sudah diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi DKI. Danau ini sering diadakan festival dan acara lainnya.

Namun tak banyak yang tahu jika sebelum diperbaiki, Danau Sunter kerap dijadikan lokasi ritual meminta togel oleh para pendatang di daerah sekitar.

Biasanya, ritual ini dilakukan di tengah Danau Sunter. Ternyata ada sebuah pulau kecil, yang oleh orang setempat disebut pulo. Jika berjalan-jalan di sepanjang pinggir Danau Sunter 1, akan terlihat sebuah pulau kecil kurang dari satu hektare di tengah danau.

Padahal dari kejauhan pulau tidak berpenghuni itu seperti pulau biasa yang hijau dipenuhi pohon kelapa, mangga dan pisang.

Namun untuk jarak antara tepi danau dan pulo sekitar 30 meter. Untuk bisa menuju ke sana dibutuhkan perahu kecil atau getek.

Salah seorang warga setempat, Poniran, 66 tahun mengaku sering datang ke pulo untuk memancing ikan di malam hari. Ia tinggal di RT 15/RW 01, Sunter Jaya. Rumahnya memang tepat di belakang Danau Sunter.

Pada suatu malam menurut saksi mata, ketika sedang anteng menunggu ikan datang di pinggir pulo, tiba-tiba ia mencium bau dupa yang menyengat. Baunya khas seperti di klenteng-klenteng Cina.

Heran ada bau dupa di tengah danau, rasa penasaran Poniran timbul. Pikirannya pun mulai macam-macam saat itu. Ia pun langsung meninggalkan alat pancing dan bergegas menuju sumber bau.

Ketika tengah berjalan beberapa meter ke tengah pulo, tiba-tiba di balik pepohonan ia melihat seorang pria paruh baya sedang menancapkan lima dupa liong ke tanah. Dari perawakannya, pria tersebut keturunan tionghoa.

Pada bagian depan dupa yang ia tancapkan terlihat berbagai macam buah-buahan seperti pisang sesisir, apel, pepaya dan semangka yang dibelah dua. Buah-buahan tersebut diletakkan sedemikan rupa layaknya sesajen.

Poniran pun menyapa pria itu dengan ramah. Namun pria tersebut kaget setengah mati melihat kehadiran Poniran. Tubuhnya terjengkang ke belakang.

Setengah terlentang, dari kejauhan ia menatap Poniran dengan ekspresi ketakutan. Ketika ditanya Poniran, apa yang ia lakukan di pulau, pria tersebut tidak bisa menjawab satu kata pun. Bibirnya kelu dan ia hanya mengeluarkan suara-suara yang tidak jelas.

“Dia seperti orang gagu melihat saya. Saya bilang ke dia, ‘eh kenapa pak, saya manusia, bukan setan, enggak usah takut,’” papar Poniran menirukan perkataannya sendiri saat itu.

Tidak ingin cari masalah, Poniran pun kembali ke lokasi memancing ikan. Ketika di perjalanan pulang, di pinggir danau, ia bertemu dengan rekannya Sodikin (56 tahun).

Poniran pun memberitahukan kepada Sodikin tentang adanya orang yang bermain-main dupa di pulo. Sodikin menjawab dengan santai, “Itu orang nyari nomor togel, saya yang mengantar pakai perahu.”

Poniran tidak ingat pasti kapan berapa kejadian tersebut berlangsung. “Sekitar tahun 1993 atau 1994 lah, lagi maraknya nomor SDSB (Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah),” ujarnya. SDSB adalah lotre atau undian berhadiah ala Orde Baru.

Sejak kejadian tersebut, Poniran tidak kaget lagi jika ada orang yang datang ke pulo untuk tujuan aneh-aneh.

Secara pribadi, Poniran belum pernah mengalami kejadian di luar nalar di pulau kosong tersebut. Hanya satu yang ia takutkan saat mengunjungi pulo, yakni serangan ular. Beberapa kali memang sering ditemukan ular sanca di wilayah Danau Sunter.

Beberapa warga setempat menyebut pulo merupakan bekas lokasi berdirinya tiang pemancar Bandar Udara Internasional Kemayoran yang aktif sejak 1940. Jarak Danau Sunter dengan lokasi bekas Bandara Kemayoran memang tidak jauh yakni hanya 2,5 kilometer.

Kepala RT 22/RW 01 Sunter Jaya, Zainudin, mengatakan dahulu pulo di Danau Sunter 1 memang sering dijadikan lokasi bertapa oleh para pendatang. Sebagai kepala RT, Zainudin kerap didatangi orang-orang yang izin bertapa di sana. Mereka biasa datang sehabis magrib dan pulang pada subuh hari.

“Kata orang-orang yang bertapa di sana, katanya ada sesosok perempuan cantik yang sebagian tubuhnya berbentuk ular. Saya juga tidak pernah lihat,” pungkasnya.

(hal/tipstren)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *