Bahaya Blue Light Smartphone Bagi Kesehatan Mata

Dampak Blue Light
                                                                           Dampak Blue Light

TIPSTREN.com – Smartphone saat ini sudah menjadi kebutuhan wajib setiap orang. Bahkan ketika tidak mengecek smartphone dalamlima menit saja, rasanya ada yang berbeda.

Melansir dari Time, studi dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa setiap orang memakai smartphone rata-rata hampir 46 kali per hari. Angka yang besar tersebut perlu diwaspadai karena blue light dari layar smartphone bisa berimbas pada kesehatan mata Anda.

Dampak buruk dari smartphone yang berasal dari layar tersebut dialami oleh Wimbo Prakoso, food photographer dan mahasiswa asal Jogjakarta.

Gejala gangguan mata yang terjadi dari Blue Light yang terdapat pada smartphone merasakan sakit yang begitu hebat di daerah atas pelipis. Pria tersebut lalu mengonsumsi obat penghilang nyeri. Namun, tidak membuat sakitnya mereda.

’Beberapa dokter bilang, itu sinusitis yang kambuh karena aku memang punya sinus,’’ katanya.
Keesokan harinya, Wimbo mengatakan sulit membuka mata karena rasa nyeri yang semakin hebat.

Dia lantas pergi ke UGD salah satu rumah sakit. Saat itu pandangannya terasa kabur dan gelap. ’’Sakit banget sampai nggak kuat berdiri. Lihat cahaya dikit pengin pingsan,’’ kata Wimbo.

Melalui pemeriksaan, Wimbo didiagonis mengalami gangguan akibat blue light layar smartphone. Beberapa bulan terakhir dia memang disibukkan dengan skripsi yang mengharuskannya menatap laptop dalam waktu lama.

Bola mata dipakai untuk terus bekerja dan menerima cahaya. Kondisi itu diperparah penurunan daya tahan tubuh akibat aktivitas yang padat. ’’Sebelum tidur juga pasti main HP dulu di kamar yang gelap. Bangun pegang HP lagi,’’ ujarnya.

Rasa yyeri yang dirasakan hilang kurang dari 24 jam setelah diberi obat. Namun, Wimbo menyatakan, nyeri itu bakal datang lagi saat dirinya terlalu sering menatap layar smartphone. ’’Bener-bener langsung pusing.

Makanya, sekarang diusahakan nggak sering-sering lihat HP karena sakitnya bukan main dan bikin kapok,’’ tuturnya.

Lantas apa itu Blue light? Blue Light merupakan spektrum cahaya yang tergolong dalam visible light. Artinya, cahaya itu bisa dilihat manusia.

Blue light merupakan cahaya dengan gelombang terpendek dan memiliki energi terbesar di antara jenis visible light lainnya.

Secara alami, blue light bisa ditemukan pada sinar matahari yang menembus atmosfer bumi. Adapun blue light buatan ditemukan pada digital screen (smartphone, TV, komputer, tablet), flouroscent, dan lampu LED.

Semua smartphone saay ini memakai teknologi LED untuk membantu tingkat kecerahan dan ketajaman layar. Pada layar LED itulah blue light buatan banyak diproduksi. Hal itu membuat kita betah berlama-lama melek di depan layar.

Blue light memiliki dampak pada mata yang merasakan jika terlalu sering menatap layar saat malam atau ketika di tempat gelap. Misalnya, main smartphone sebelum tidur.

Hal tersebut pun membuat produksi melatonin (hormon di otak yang mengatur fungsi tubuh, termasuk siklus tidur) menurun.

Ternyata gejala seperti itu bisa diobati, tetapi tidak bisa membuat kondisi kembali 100 persen. Salah satu pengobatannya adalah menyuntikkan cairan yang mengandung afilbercept, ranibizumab, atau bevacizumab ke bagian intrafireal mata.

(hal/tipstren)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *