Ramai-Ramai Daftar Sekolah Pakai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Saat Disurvei Ternyata Rumahnya Mewah

SKTM

TIPSTREN.com — Salah seorang siswa terpaksa didiskualifikasi dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah,.

Hal tersebut harus dilakukan karena menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu ( SKTM) yang tidak sesuai.

Menurut Wakil Kepala SMAN 1 Ungaran, Hari Murti, pihak panitia melakukan survei langsung ke rumah peserta PPDB tersebut dan mendapati kenyataan yang mengejutkan.

“Ternyata rumahnya besar, punya mobil. Jadi SKTM-nya kami tolak,” ujar Hari Murti, Selasa (10/7/2018).

Menurut pengakuan orangtua bersangkutan, lanjut Hari, penggunaan SKTMdilakukan atas saran seorang oknum.

Hari menjelaskan, apabila diketahui peserta PPDB menggunakan SKTM yang tidak sesuai atau bahkan memalsukannya, panitia akan mendiskualifikasi peserta tersebut dari kepesertaan PPDB.

“Pada saat verifikasi, barang siapa yang melampirkan SKTM kami berikan arahan,” ujarnya.

Menurut Hari, saat ini jumlah peserta PPDB online di SMAN 1 Ungaran yang mendaftar melalui jalur masyarakat kurang mampu menjadi 25 orang setelah satu peserta didiskualifikasi.

Ke-25 peserta PPDB yang menggunakan SKTM tersebut selanjutnya akan tetap diverifikasi.

“Khusus yang menggunakan KIP (Kartu Indonesia Pintar) tidak kita survei karena datanya sudah sesuai dengan yang mengeluarkan itu pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kuota setiap sekolah untuk menerima siswa dari jalur masyarakat kurang mampu sebesar 20 persen.

Sementara itu, jumlah siswa yang akan diterima SMAN 1 Ungaran dalam PPBD 2018 ini sebanyak 396 anak.

“Untuk kelas IPS sebanyak 108 anak, IPA sebanyak 252 anak, dan Bahasa sebanyak 36 anak,” ujarnya.

SKTM SMAN 2 Ungaran Sementara itu, di SMAN 2 Ungaran, jumlah siswa peserta PPDB yang menggunakan jalur tidak mampu sebanyak 80 anak.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Ungaran Kenya mengungkapkan, jumlah siswa yang mendaftar dari jalur tidak mampu sebenarnya ada 84 anak, tetapi empat di antaranya mundur sebelum panitia melakukan survei.

“Hingga saat ini kami masih melakukan analisis dan survei untuk 80 peserta yang mendaftar melalui jalur SKTM ini,” kata Kenya.

(hal/intisari/tipstren)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *