Tulis Status yang Menghina Anak Autis, Wanita Ini Panen Hujatan

wanita hujat penderita autis

TIPSTREN.com — Anak yang berkebutuhan khusus merupakan anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya. Tapi ternyata kondisi mereka tidak selalu menunjukkan ketidakmampuan mental, emosi atau fisik.

Penderita dalam ABK antara lain adalah anak penyandang tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan perilaku, anak berbakat, dan anak dengan autisme.

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) sendiri merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi, interaksi sosial, dan perilaku.

Oleh sebab itu, anak berkebutuhan khusus biasanya mengalami hambatan tersendiri dalam bersosialisasi. Sudah sewajarnya jika kita berusaha untuk memahami kondisi anak-anak berkebutuhan khusus tersebut.

Tapi hal yang tak patut dicontoh dilakukan oleh seorang wanita berikut ini. Tipstren.com melansir dari akun Facebook bernama Deassy Wulandari, ia mengunggah sebuah video berisi permintaan maaf dirinya.

Dikirim oleh Deassy Wulandari pada 28 Januari 2018

Ternyata video tersebut merupakan unggah sebagai permohonan maaf atas status Facebooknya. Sebelumnya, wanita tersebut mengunggah postingan yang berisi:

“Masih terbayang dikira itu org 1 pesawat sama kita, alhamdulilah ternyata ngga.. Karna klo 1 pesawat pasti terganggu banget penumpang yg lainnya jg (terutama dgn anak sy)!!. #Nauzubillahminzaliq #AnakidiyotBerisikGaJelas #AnakAutisBikinSakitKepala #NGOCEH2GAJELAS!! *AstaghfirullahHalAdzim(khilaf).”

status hina anak autis

Sontak, status wanita bernama Deassy tersebut panen hujatan dari para pengguna Facebook. Selain itu, para orang tua dari anak yang berkebutuhan khusus juga menghujat status wanita tersebut.

Unggahannya tersebut lantas tambah membuat netizen geram dan menghujat dirinya. Atas kesalahannya itu, ia lalu mengunggah video berdurasi 1 menit 32 detik berisi permintaan maafnya. Dalam video Deassy terlihat menangis sambil memohon untuk dimaafkan.

Video yang diunggah pada Senin (29/1/2018) itu telah ditayangkan lebih dari 13 ribu kali. Video tersebut juga mendapat beragam respon netizen.

(hal/tipstren)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *