3 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Saat di Atas Ranjang

Pernahkah Anda merasakan kekesalan saat di atas ranjang dengan pasangan? Hmm, bagi kebanyakan suami istri, urusan ranjang adalah salah satu hal yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan. Terlebih lagi dalam hal hubungan suami istri. Banyak fakta yang menunjukkan betapa hubungan suami istri yang tidak memuaskan menjadi alasan utama terjadinya perceraian.

Tentu saja, karena urusan ranjang sangat krusial dalam keharmonisan rumah tangga, Anda perlu tahu hal-hal yang terkait dengan urusan ini. Nah, berikut ini dikutip dari berbagai laman, tipstren berikan 3 hal yang tak boleh dilakukan saat di atas ranjang.

Baca juga: Ini Dia Agar Hubungan Intim Terus Mesra Meski Sudah Lama Berumah Tangga

1. Mengkritik
Urusan ranjang adalah urusan yang sangat intim karena melibatkan perasaan mendalam dari masing-masing pasangan. Oleh karena itu, sebisa mungkin pada saat bercinta di atas ranjang harus saling menjaga perasaan. Nah, mengkritik merupakan satu hal utama yang harus dihindari saat di atas ranjang. Saat pasangan melakukan tindakan yang tidak disukai, alih-alih mengatakan “Aku tidak suka kamu melakukan hal itu”, katakanlah “Aku lebih suka jika kamu melakukan…”

Baca juga: 3 Langkah Bikin Suami Jadi Bergairah

2. Membicarakan pekerjaan dan orangtua
Mungkin terdengar membingungkan, kon di atas ranjang tak boleh membicarakan masalah pekerjaan dan orang tua? Ya itu tadi, karena urusan ranjang melibatkan perasaan mendalam masing-masing pasangan, hindarilah membicarakan hal-hal yang bersifat keduniaan, rutinitas, atau yang memancing kemarahan. Alih-alih mengatakan, “Tadi aku di kantor dapat pujian karena….”, lebih baik katakan, “Daripada di kantor, aku lebih mengharapkan saat seperti ini bersamamu.”

Baca juga: Nih, Agar Pasca Melahirkan Jadi Makin Intim Dengan Suami

3. Orgasme palsu
Saat bercinta di atas ranjang, tujuan utama tentu saja mencapai kepuasan berupa orgasme. Namun, jangan hanya karena ingin menunjukkan Anda sangat puas dengan berpura-pura orgasme. Ini harus dihindari karena pada saat pasangan mengetahui Anda berpura-pura, yang terjadi kemudian bisa lebih buruk dari yang Anda bayangkan. Jadi, alih-alih berpura-pura orgasme, katakanlah, “Sayang, walau aku nggak sampai, aku benar-benar puas malam ini.’

 

(Fidah)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *