Wah Ini 5 daftar Smartphone Yang Banyak Dapat Keluhan Konsumen

Smartphone memang telah menjadi kebutuhan utama yang bisa diandalkan untuk menjalankan berbagai aktivitas. Karena sudah menjadi kebutuhan utama, smartphone pun jadi barang yang tidak pernah ketinggalan dibawa kemana pun dan digunakan kapan pun.

Akibat dari sering digunakan itu, begitu ada masalah pada smartphone yang digunakan pasti akan langsung mengetahuinya. Agar Anda semakin waspada dengan smartphone Anda, berikut tipstren akan melansir dari berbagai sumber media online akan memberi bocoran mengenai beberapa smartphone yang kerap mengalami masalah.

Baca juga: Catat! Ini 5 Smartphone Dengan Kapasitas Baterei Super

Sebuah lembaga analisis perangkat mobile bernama Operating System melakukan survei untuk mencari tahu brand smartphone apa yang sering mengalami masalah. Dilakukan pada kuartal ketiga, survey ini menghasilkan data bahwa 85% smartphone yang banyak mengalami masalah adalah smartphone dengan platform Android. Lalu, brand smartphone apa saja yang paling banyak mengalami masalah?

Baca juga: Cara Mudah Ubah Resolusi Layar Smartphone

1. Samsung
Menjadi market leader smartphone Android dengan pangsa pasar 22,5% pasar global, Samsung mendominasi daftar smartphone yang paling banyak bermasalah dengan total keluhan 27%. Hal ini wajar, mengingat Samsung adalah vendor yang menghadirkan beragam smartphone untuk berbagai kelas. Smartphone yang banyak mengalami masalah adalah smartphone lama dan smartphone entry level yang hanya dibekali spesifikasi pas-pasan untuk menekan harga jualnya.

Baca juga: Tips Cepat Mencharge Baterai Smartphone Agar Cepat Penuh

2. Lenovo
21% peserta survey mengeluhkan smartphone buatan Lenovo. Ada yang mengeluhkan masalah performa yang tidak sesuai dengan spesifikasi, build quality tidak terjaga, hingga kendala Vibe UI yang sering bermasalah.
Hal ini tentu mengejutkan, mengingat Lenovo tidak banyak mendominasi pasar smartphone. Dengan market share smartphone kurang dari 5%, artinya produk Lenovo banyak mengalami masalah karena memang produksinya yang tidak ketat.

3. Motorola
Tidak berbeda jauh dengan Lenovo, Motorola menjadi vendor smartphone yang produknya dinilai paling sering bermasalah. Hampir sekitar 18% peserta survey mengeluhkan keseriusan Motorola dalam membuat smartphone.

4. Xiaomi
Dikenal sebagai “Apple dari China”, Xiaomi menjadi vendor smartphone yang mencatat pertumbuhan paling cepat dalam 2 tahun terakhir ini. Bukti keseriusan Xiaomi terlihat dari konsistensinya dalam menghadirkan beragam smartphone terbaru dari kelas low-end hingga high-end. Keluhan untuk Xiaomi mencapai 11% dari peserta survey dengan rata-rata mengeluhkan build quality smartphone low-end miliknya, serta MIUI yang lambat ketersediaannya untuk pasar global.

Anda yang menggunakan Xiaomi juga pasti sering mengalami masalah dengan MIUI kan? Yang mengesalkan adalah update yang digulirkan kadang memakan waktu yang lama dalan memperbaiki bugs yang dibawanya. Hasilnya tidak jarang bugs tersebut berakibat juga ke performa hardware, hingga berujung masalah yang lebih serius.

5. ASUS
Menjadi vendor pertama yang menawarkan smartphone dengan harga murah berspesifikasi wah lewat Asus ZenFone, Asus membuat suatu kesalahan fatal dengan membawa chipset Intel yang dibekali teknologihyperthreading. Memang chipset tersebut memberikan performa cepat, namun juga berimbas pada daya tahan baterai yang cepat habis dan panas. Hasilnya baterai smartphone cepat rusak, layar cepat hilang sensitifitasnya, dan sering diiringi masalah lainnya.

Dengan semua masalah itu, tak heran Asus mendapat keluhan hingga 8%. Namun dengan dominasi pasar Asus yang terbilang luas saat ini, itu membuktikan bahwa Asus masih menjadi smartphone yang cukup bisa diandalkan.
Itu dia 5 produsen yang produk smartphone-nya banyak menuai masalah menurut hasil survei Operating Systems.

Tapi perlu Anda ingat, bahwa masalah yang ada pada smartphone bisa saja diakibatkan oleh penggunaan smartphone yang berlebihan dari pengguna. Masalah yang rata-rata disebabkan oleh pengguna adalah sering di-charge dalam waktu yang lama, sering digunakan saat smartphone di-charge, hingga malasnya pengguna melakukan update sistem operasi.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *