Pasutri Tidur Tak Seranjang, Apa Dampaknya?

Pasangan suami istri (pasutri) yang tidak tidur satu ranjang kerap dianggap rumah tangganya bermasalah. Padahal, beberapa pasangan memang ada yang sengaja tidur terpisah, alasannya demi mendapatkan kenyamanan kedua belah pihak.

Sebenarnya, ada banyak alasan kenapa pasutri memilih pisah ranjang ketika tidur. Menurut dokter Psikolog dan terapi sexs, jika seseorang tidak bisa mendapat tidur malam yang baik karena ia tidur dengan pasangannya, tidur terpisah akan jauh lebih baik. Meskipun, ada sisi negatif dan positif ketika pasangan memilih tidur terpisah.

Dampak positif, tidur itu sangat penting untuk tubuh kita. Jika Anda mendapat tidur malam yang baik, keesokan harinya tubuh jadi berenergi dan suasana hati lebih baik. Sehingga, tidak masalah jika memang pasangan sepakat tidur terpisah toh ada manfaat yang diperoleh. Ketimbang Anda memaksakan tidur seranjang tapi justru buruk dampaknya.

Adapun dampak negatif, Jika pasutri tidak berhati-hati, keintiman pun bisa terganggu. Seringkali, pasutri berpelukan saat bangun tidur atau saat hendak tidur, dan hal itu bisa berujung pada hubungan intim. Namun, jika tidur terpisah benar-benar menjauhkan Anda dengan pasangan, keintiman bahkan hubungan Anda berdua pun bisa jadi taruhan.

Untuk itu, di malam hari, sempatkanlah untuk berduaan dengan pasangan sebelum Anda memutuskan tidur di tempat tidur masing-masing. Anggaplah tidur di ranjang yang terpisah hanya ketika Anda hendak memejamkan mata saja. Selama mata masih terjaga, Anda ingin berduaan dengan suami. Esok paginya, secara bergantian hampiri pasangan di tempat tidurnya dan lakukan kemesraan yang biasa Anda lakukan. Jangan lupa, pastikan Anda tetap rutin bercinta entah itu di kamar tidur istri atau suami.

(Sikah)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *