9 Alasan Untuk Berhenti Keseringan Makan Roti Tawar Mulai Sekarang!

Makan roti tawar menjadi aternatif atau pilihan bagi sebagian orang untuk mengganti sarapan. Simple dan dapat mengganti jatah nasi, begitu orang beranggapan. Dengan hanya mengoleskan mentega atau selai, pasti kita akan langsung melahapnya dengan semangat.

Walau terlihat menyehatkan, tahukah Anda bahwa roti tawar putih tidak sepenuhnya baik untuk tubuh. Bahkan ada bahaya mengkonsumsi roti tawar yang mengancam kita semua. Menurut hasil survei, para ahli mengatakan bahwa terlalu banyak memakan roti tawar putih rupanya tidak baik bagi kesehatan, berikut ini dilansir dari berbagai sumber, bahayanya:

1. Sulit dicerna
Roti tawar putih tak terdapat enzim alami di dalamnya, padahal pankreas kita memerlukannya agar lemak, protein dan karbohidrat dapat dipecah. Gluten adalah kandungan utama pada roti tawar yang membuat pencernaan kita sulit mencernanya.

2. Tidak membuat kenyang
Roti tawar biasa seperti roti tawar putih sayangnya dibuat dari tepung di mana seratnya sudah hilang sebagian besar ketika dalam proses pembuatannya. Padahal seratlah yang akan membuat kadar kolesterol turun pada tubuh sehingga sistem pencernaan sehat dan perut kenyang. Dengan jumlah serat super sedikit, perut otomatis tak akan kenyang dan malah yang ada ingin makan lagi dan lagi.

3. Tidak cukup bernutrisi
Banyak dari kita mungkin mengira bahwa roti selalu identik dengan kandungan nutrisi yang baik. Namun pada dasarnya, setelah roti tawar jadi, segala kandungan kromium, asam folat, vitamin B6, zinc dan vitamin E semuanya hilang. Tepung pembuat roti tawar akhirnya tak bernutrisi lagi sehingga berbahaya juga untuk fungsi tubuh kita.

4. Menggemukkan badan
Bila memutuskan untuk melakukan tips diet sehat, apalagi mencoba cara menurunkan berat badan secara alami, roti tawar seharusnya tidak masuk dalam menu. Menu diet yang benar tidak ada roti tawar karena kalori di dalamnya begitu besar. Inilah yang kemudian membuat berat badan lebih gampang naik. Bila ingin mendapatkan hasil terbaik dan maksimal untuk diet tersebut, berhentilah makan roti tawar. Ini supaya tubuh tidak kemudian menjadi gemuk atau berat badan sulit untuk diturunkan.

5. Mengganggu fungsi otak
Kesehatan sistem saraf otak dapat terganggu oleh karena kita mengonsumsi roti tawar terlalu sering atau banyak. Gangguan ini adalah akibat dari penumpukan karbohidrat yang kemungkinan terjadi dikarenakan hiperkarbohidrat. Fungsi otak yang dapat terganggu di sini adalah fungsi kognitifnya sehingga otomatis kecerdasan akan mengalami penurunan.

6. Menurunkan daya ingat
Makan roti tawar bisa seberbahaya itu di mana daya ingat pengonsumsinya berpotensi menurun. Hal ini berisiko terjadi ketika kita tak dapat mengendalikan seberapa banyak kita harus mengonsumsi roti tawar sehari-hari. Contoh kondisi daya ingat yang menurun adalah alzheimer. Apabila konsumsi dilanjutkan, ini akan justru memperparah kondisi otak.

7. Memicu diabetes
Tingkat gula darah tinggi juga bisa dipicu oleh roti tawar karena saat masuk ke dalam tubuh, amylum bakal terpecah oleh enzim pencernaan. Dari situlah amylum atau pati mengalami perubahan menjadi senyawa glukosa. Kabar buruknya, senyawa tersebut bisa menginvasi sirkulasi darah. Bila tak segera membatasi asupan roti tawar, kelonjakan kadar gula darah dapat terjadi. Penyakit mengancam jiwa seperti diabetes juga akan sulit terelakkan.

8. Menimbulkan reaksi alergi
Ingat bahwa di dalam roti tawar ada terkandung gluten. Masalahnya adalah saat partikel tersebut menuju antibodi darah dari usus, ini menstimulasi terbentuknya histamin. Histamin pada kadar yang tinggi pada tubuh tak akan bagus karena ini menjadi pemicu reaksi alergi. Pada tahap yang ringan, hanya akan ada rasa ketidaknyamanan, namun usus dapat terancam terganggu lebih serius.

9. Menyebabkan peradangan usus
Terjadinya radang pada usus berkemungkinan besar karena ada hubungannya dengan tingkat histamin tinggi di dalam tubuh. Jangan remehkan hal ini karena pada beberapa kasus, permukaan serap usus dapat terobek dan mengganggu fungsi penyerapan nutrisi. Bahkan akibatnya, kita akan mengalami diare secara terus-menerus.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *